17 11 / 2011
Gemombal
“Si cupid itu, mungkin maksudnya mau menembak kita berdua, tetapi dia hampir kehabisan panah, tinggal ada satu. Dia bingung mau menembak siapa di antara kita, karena siapa pun yang kena akan terasa tidak adil baginya. Jadilah, dia sembarangan mengarahkan panahnya, lalu pergi tanpa memikul tanggung jawab. Sialnya, panah itu kena saya, bukan kamu.”